Manajemen Kepemimpinan

Gambar
Manajemen dalam bahasa inggris berarti mengelola atau mengatur. Dalam Fattah (2006: 1), manajemen diartikan sebagai ilmu, kiat, dan profesi. Manajemen sebagai ilmu merupakan bidang pengetahuan yang secara sistematik berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Manajemen sebagai kiat seperti pernyataan Follet merupakan hal yang dapat mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain dalam menjalankan tugas. Manajemen sebagai profesi menjelaskan adanya landasan keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesional dengan dituntun oleh sebuah kode etik.  Manajemen dalam pendidikan menurut Djam’an Satori dalam Sudarmiani (2009: 2) diartikan sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen memiliki pengaruh bagi seseorang/sekelompok orang untuk bertindak. Sama halnya dengan manajemen, k

Diagram Pohon Keputusan

            Untuk memudahkan proses dalam pengambilan keputusan agar lebih komprehensif dan juga focus kiranya penggunaaan pohon keputusan (decision tree) menjadi bagian yang tidak bisa di sampaikan begitu saja. penggunaan pohon keputusan dimaksudkan untuk lebih memudahkan pihak manajer dalam melihat keputusan yang diambil secara lebih terang dan sederhana.

A.    Definisi Keputusan

     Pohon keputusan dapat didefinisikan  menurut Susan Welch dan John C. Comer sebagai “ suatu diagram yang cukup sederhana yang menunjukkan suatu proses untuk merinci masalah-masalah  yang dihadapinya ke dalam komponen-komponen, kemudian di buatkan alternatif-alternatif pemecahan beserta konsekuensi masing-masing alternatif pemecahan beserta konsekuensi masing-masing alternatif. Sedangkan menurut Johannes supranto, diagram pohon keputusan ialah suatu diagram berupa pohon bercabang-cabang yang menggambarkan hubungan antara alternatif keputusan  atau tindakan dengan kejadian-kejadian tidak pasti yang melingkupi setiap alternatif dan hasil alternatif keputusan yang dipilih.

B.     Prosedur dan tahap dalam pembuatan pohon keputusan

     Untuk membuat suatu keputusan yang dihasilkan menjadi baik maka ada beberapa prosedur yang harus di ikuti. Ini sebagaimana ditegaskan oleh Jay Heizer “to form a decision tree, we use the following procedure.

1.      Be sure that all possible alternatives and states of nature are includes an alternatives of ” doing nothing”

2.      Payfull are are entered at the end of the appropriate branch. This is place to develop of the place to develoved the payoff of achieving this branch.

3.      The objective is to determine the excepted valuae of each of  course of action. We accomplish this by starting at the end of the tree (the right had side) and working toward the beginning of the tree (the left)calculating values at the each step and “pruning” alternatives that are not as good as other from the same node”

      Lebih jauh agar pembuatan suatu pohon keputusan lebih baik maka diperlukan beberapa tahap yaitu :

1.      Buatlah alternatif-alternatif pilihan

2.      Tentukan biaya untuk alternatif dan besaran peluang yang mungkin timbul

3.      Lakukan perhitungan secara detil dengan pendekatan metode yang paling sesuai dengan kasus yang sedang dikajiseperti perhitungan net excepted value.

C.     Pohon keputusan dan pengambilan keputusan

     Dalam pembuatan pohon keputusan ada simbol yang secara umum digunakan yaitu :

   = Simbol keputusan

0   = Simbol kejadian tidak pasti/alternatif

⸻ = cabang/penghubung

     Menurut kamaluddin pohon keputusan yang lengkap mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:

1.      Titik pilihan (choice node)

2.      Cabang alternatif (alternatif branch)

3.      Titik hasil (outcome node) 

4.      Cabang hasil (outcome branches)

5.      Kesuksesan (payoff) 

D.    Contoh Soal (Untuk pohon keputusan (decision tree) pada perekrutan karyawan perusahaan)

     Manajer keuangan PT Menara Indah sedang mempertimbangkan usulan dari manjer personalia dari manajer personalia tentang penambahan tenaga kerja. Penambahan tenaga kerja dilakukan dengan teknik perekrutan. Salah satu tujuan penambahan tenaga kerja adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi yang otomatis akan berpengaruh pada peningkatan penjualan serta laba perusahaan. Yaitu jika memakai tenaga kosultan yang berasal dari lembaga lain yang bertugas sebagai tim seleksi perekkrutan., maka biaya yang dikeluarkan akan besar. Akan tetapi, jika memakai dari tim personalia perusahaan sendiri biaya menjadi lebih kecil. Untuk lebih jelasnya dapt kita lihat pada gambar pohon keputusan bawah ini.


   

Berdasarkan hasil gambar di atas manajer akan bisa melakukan analisis secara sistematis dan membuat suatu konsep keputusan dengan melihat dampak-dampak yang akan terjadi di masa yang akan datang. Seperti jika tidak melakukan perekrutan tenaga kerja baru, maka biaya perekrutan tidak ada, namun perusahaan tidak memiliki tenaga ahli baru dengan kecakapan sesuai yang diinginkan. Artinya setiap keputusan selalu mengandug risikonya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Pegawai Menurut Para Ahli

Makalah kebijakan pembangunan ekonomi masa orde baru